Uta Tabha (Jagung Bose) : Makanan Khas Masyarakat Langagedha dan Ngada

Uta Tabha (Jagung Bose) : Makanan Khas Masyarakat Langagedha dan Ngada

Uta Tabha atau lebih dikenal dengan “Jagung Bose” merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Langagedha dan juga masyarakat Ngada pada umumnya di Nusa Tenggara Timur. Makanan ini dibuat dari jagung kering yang ditumbuk menggunakan lesung kayu, alat tradisional yang masih banyak digunakan di kampung-kampung. Setelah ditumbuk, jagung dipisahkan berdasarkan ukurannya. Bagian yang lebih kasar digunakan untuk membuat Jagung Bose, sedangkan bagian halus biasanya dijadikan tepung untuk keperluan lain seperti dijadikan bahan pengawet daging.

Dalam proses memasaknya, Jagung Bose direbus bersama bahan tambahan seperti labu, kacang-kacangan, dan santan. Jagung dimasak hingga cukup lembut, lalu disajikan dengan lauk sederhana seperti sayuran, ikan, atau daging babi sesuai kebiasaan masyarakat setempat. Rasanya cenderung gurih dan mengenyangkan, sehingga biasanya dijadikan makanan pokok.

Bagi masyarakat Ngada, Jagung Bose bukan hanya hidangan sehari-hari, tetapi juga bagian dari tradisi. Makanan ini sering hadir pada acara keluarga atau kegiatan adat, sehingga menjadi bagian dari kebiasaan yang diwariskan turun-temurun. Penggunaan lesung kayu, cara memasak, serta bahan-bahannya menunjukkan kedekatan masyarakat dengan lingkungan dan cara hidup sederhana yang tetap dipertahankan hingga sekarang.

Walaupun sederhana, Jagung Bose menjadi salah satu makanan khas yang dikenal luas di NTT dan masih terus dibuat oleh berbagai kalangan, baik di desa maupun di kota. Kehadiran makanan ini menjadi pengingat akan budaya dan cara hidup masyarakat Ngada yang tetap menghargai tradisi dalam kehidupan sehari-hari.

Contact Us
Langagedha, Nusa Tenggara Timur
langagedha@gmail.com
About Us

"Bata Langa" adalah website arsip budaya yang melestarikan kebudayaan Ngada, khususnya Desa Langagedha.