Kepercayaan Masyarakat Langagedha

Kepercayaan Masyarakat Langagedha

Warga Desa Langagedha atau orang Ngada mengakui suatu wujud tertinggi. Pada umumnya mereka menyebut wujud tertinggi itu sebagai Ema Dewa. Ema Dewa merupakan penggabungan dari dua kata, yaitu Ema dan Dewa. Ema berarti “Bapa”. Dewa merupakan gelar yang juga berarti “Tuhan”. Menurut bapak Fian Dou, terjemahan yang paling tepat dari Ema Dewa “Tuhan Tertinggi”. Dengan demikian, pendobelan arti “Tuan” dalam nama Ema Dewa sebenarnya hendak menekankan bahwa Dia adalah Tuan diatas segala tuan. Orang Ngada juga tidak hanya sebatas mengakui adanya Ema Dewa. Mereka juga menjalin relasi yang nyata dengannya dalam doa-doa, ritus-ritus dan upacara-upacara umum yang berkaitan dengan hidup bersama dan menyangkut fase-fase serta perjalanan hidup seseorang. Doa-doa, ritus-ritus, dan upacara itu memungkinkan orang Ngada menjalin relasi yang harmonis dengan Ema Dewa. Doa-doa yang disampaikan kepada Ema Dewa ada dalam banyak bentuk. Ada yang dalam bentuk keluhan, “Ema Dewa, de moede go tuza mula kami mata?”Yang artinya “Tuhan mengapa tanaman kami mati?. Ada yang dalam bentuk permohonan, “Ema Dewa, ti,i kami go weki le modhe” yang berarti “Tuhan semoga engkau memberikan kesehatan dalam hidup kami” dan masih banyak bentuk doa yang lain.

Contact Us
Langagedha, Nusa Tenggara Timur
langagedha@gmail.com
About Us

"Bata Langa" adalah website arsip budaya yang melestarikan kebudayaan Ngada, khususnya Desa Langagedha.